30 October, 2020

Penetapan Kalender Hijriah / Tahun Islam

Sebelum kalender hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Misalnya tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Kabah oleh pasukan bergajah. Oleh karena itu, kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah sebagai tahun gajah.

Pada tahun 638 Masehi, ‘Umar bin Khattab yang saat itu menjadi khalifah melihat sebuah masalah. Diceritakan bahwa Abu Musa al Asy’ari menulis kepada Umar: “Surat-surat sampai kepada kami dari Amirul Mu’minin, tetapi kami bingung bagaimana menjalankannya. Kami membaca sebuah dokumen tertanggal Sya’ban, namun kami tidak tahu ini untuk tahun yang lalu atau tahun ini.”

Pada saat itu negeri Islam semakin besar, dan wilayah kekuasaan yang semakin luas menimbulkan berbagai persoalan administrasi. Surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi karena tidak adanya acuan penanggalan. Masing-masing daerah menandai urusan muamalah mereka dengan sistem kalender lokal yang seringkali berbeda antara satu tempat dengan lainnya.

Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat dan orang- orang yang bertugas di pusat pemerintahan. Diceritakan dari Ibnu Abbas bahwa semenjak Nabi datang ke Madinah, tidak ada tahun yang digunakan dalam penanggalan. Demikian juga saat Abu Bakar menggantikan Beliau sebagai khalifah, dan juga di empat tahun pertama pemerintahan Umar bin Khattab.

Mereka bermusyawarah untuk mencari solusinya. Ada yang mengusulkan mengikuti tahun romawi, namun usulan ini tertolak karena tahun Romawi terlalu jauh. Para sahabat kemudian memberikan berbagai usulan. Pertama, kalender Islam dimulai dari tahun kelahiran Rasulullah. Kedua, kalender Islam dimulai dari tahun nubuwwah. Ketiga, kalender Islam dimulai dari tahun hijrah. Dan keempat, kalender Islam dimulai dari tahun wafatnya Rasulullah.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya usulan Ali bin Abi Thalib untuk menjadikan peristiwa Hijrah menjadi tahun pertama kalender Islam disetujui.

Landasan mereka adalah firman Allah SWT. “Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)

Para sahabat memahami makna sejak hari pertama dalam ayat, adalah hari pertama kedatangan hijrahnya Nabi. Oleh karena itu, moment tersebut pantas dijadikan acuan awal tahun kalender hijriyah.

Selanjutnya, Utsman bin Affan radhiyallahu anhu mengusulkan Muharram sebagai bulan pertama. Alasan pertama karena sejak dulu orang Arab menganggap Muharram adalah bulan pertama. Kedua, umat Islam telah menyelesaikan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah.

Ketiga, bulan Muharram merupakan bulan munculnya tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II. Sistem penanggalan yang dipakai sudah memiliki tuntunan jelas di dalam Al Qur’an, yaitusistem kalender bulan (qomariyah).

#SemasihAdaKesempatan
#SemasihAdaNyawa

yuk ber amal sholih sebanyak-banyaknya.
bisa melalui UZMA (Ustadz Zulkifli Muhammad Ali MEDIA) yang akan disalurkan ke beberapa divisi dakwah, yaitu pendidikan dan dakwah fie sabilillah demi tegaknya dakwah islam

#donasidakwahfiesabilillah
#donasi_Media
#donasi_pendidikan
#donasi_pembangunan

DIPUSATKAN DI SATU NOMOR REKENING, yaitu :

BANK MUAMALAT
NOREK : 4230014705
an. Zulkifli Muhammad Ali
Kode bank Muamalat : 147

Konfirmasi transfer : 0852 9 2222 408

#penting : Setelah transfer diharapkan konfirmasi ke 0852.9222.2408 via SMS, Whatsapp, ataupun telegram dengan format:
Jenis Donasi # Nama Donatur # Alamat Donatur # Bank Tujuan Transfer # Tanggal Transfer # Besar Donasi
serta kirimkan pula bukti transfer berupa screenshoot kepada kami untuk pendataan.

jangan lupa subscribe youtube kami : UZMA MEDIA TV Channel

Info jadwal ceramah & pengundangan
0852.9222.2407

Info pemesanan produk UZMA
0853.2222.3408

Share

UzmaMedia.com merupakan sebuah website media Dakwah Ustad Zulkifli Muhammad Ali yang dikelola oleh tim media Uzma. Pembahasan dalam setiap kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Alquran dan Sunnah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *